Showing posts with label Artikel WA. Show all posts
Showing posts with label Artikel WA. Show all posts

Thursday, April 11, 2019

Maag Gerd


_*Info penting ttg GERD* ... Banyak teman2 bertanya Luss kamu sakit apa koq sampai pakai kursi dorong .. Sakit aku bermula dr sakit GERD ..._ 

*GERD atau MAAG*

🌱Apa itu Gerd? 
(Gastroesofagal Refluks)

Tuesday, April 2, 2019

Kanker dan Sinar Matahari Pagi

KANKER & MATAHARI

KANKER BISA DISEMBUHKAN TANPA MENGHABISKAN SEPESERPUN

Program ini memberikan cara mencapai umur panjang, salah satu tip yg paling mudah tapi banyak dilupakan orang adalah:
*Berjemur*

*berjemur matahari*. Satu kebiasaan yg sangat dipatuhi adalah jalan-jalan di taman, Kedua, berjemur setelah makan atau sambil jalan-jalan ketika matahari bersinar.

Monday, April 1, 2019

Penyumbatan Jantung

«penyumbatan jantung»

Sekedar edisi berbagi, moga bermanfaat tuk semua . . . Amin.
COPAS INFO dari teman . . . 
Saya mau sharing pengalaman teman kuliah saya yang ada penyumbatan di jantungnya bisa bersih dengan cara yang sederhana dan tidak sengaja sbb:
(saya rangkum dari chatting di group alumni hari ini)

Sunday, March 31, 2019

Cara Menumbuhkan Alasan Yang Kuat

*copas sang master

CARA MENUMBUHKAN ALASAN YANG SANGAT KUAT*

Ketika kita bertanya kepada kebanyakan orang, apakah mereka ingin kaya dan merdeka secara finansial? Mereka akan mengatakan “Ya”. Tetapi ketika mereka harus menghadapi kenyataan, jalan yang tampaknya terlalu panjang, terlalu banyak bukit untuk didaki, terlalu banyak kerikil, dan untuk itu akan banyak orang yang menyerah.    

Wednesday, March 27, 2019

Kisah Darah Gaun Pengantin


BANJARMASIN  DI HEBOHKAN PERISTIWA "DARAH GAUN PENGANTIN" 

ketika semua orang sibuk dgn kegiatan masing-masing.
Seorang gadis yg merupakan anak tunggal dari pengusaha kaya di Kota BANJARMASIN  satu-satunya pewaris tunggal dari semua kekayaan Bapak Nya.


Gadis ini diam-diam mencintai seorang Lelaki yg bekerja sebagai buruh pabrik di perusahaan Bapak nya.

Saturday, March 23, 2019

Cek Nomer HP-SADAP

Iki nek ora konco plek ra tak kandani lo co.

 *CEK PENYADAPAN HP Anda*

_Kepada rekan-rekan untuk berhati-hati dari kemungkinan penyadapan nomor HP kita._

Anda bisa melakukan pengecekan sekarang juga di hp anda sendiri dengan mengetik :

Friday, March 22, 2019

Nama Nama Keren - Viral Tubagus Mangkunegara

*NAMA-NAMA KEREN*

Cowok : Mbk...namanya siapa ?
Cewek : Ika Kaniya Alicia Sinta
Cowok : Waduh...panjang banget
               Panggilannya siapa mbk

Thursday, March 14, 2019

Doa Abuya Assayid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Doa hari ini
Jum'at 08 Rojab 1440 H

أللهم إِنِّى أَسْاَلُكَ مِنْ فُجَاءَةِ الْخَيْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فُجَاءَةِ الشَّرِّ.

Sedekah Pelancar Rizki


*Salah satu kunci jadi magnet Uang*
Uang merupakan energi, 
Jadi membutuhkan sirkulasi. 

Sedekah adalah sirkulasinya.

Ambil saja

Masjid Jogokariyan Jogjakarta, Masjid dengan Saldo Nol Rupiah

*MASJID JOGOKARIYAN JOGYAKARTA*

🌹🌹
Warga kampung Jogokarian setiap waktu memakmurkan masjid ini, masjid ini buka 24 jam sebagai pusat ibadah, ekonomi, budaya penduduknya. 
setiap selesai subuhan ada sarapan berjamaah, ngeteh berjamaah.
ada yg unik di masjid ini...
semoga menjadi inspirasi 
Bagi jamaah yg kehilangan apapun di masjid ini baik itu sendal, sepeda atau bahkan motor, maka pengurus masjid

Humor - Budeg

Pada saat hujan deras ada seorang bapak muda bernama Man berteduh di depan showroom motor Honda.

Sambil nunggu hujan reda, si bapak iseng2 liat liat produk honda tsb.

Tiba tiba si bapak di samperin SPG, cantiik n sintal banget...

Wednesday, March 13, 2019

Daun Sirih

TIPS JITU DAUN SIRIH 
>>Bayi Batuk Pilek Tak Butuh Obat Kimia,
Cukup Selembar Daun Sirih Tempel di Badannya
>> Gak Lama

Gangguan Facebook, Instagram juga WA

Media sosial Facebook, Instagram dan WhatsApp mengalami gangguan secara global. Permasalah itu muncul sejak Kamis, 14 Maret 2019 dini hari.

Pengguna Facebook tidak dapat

Tuesday, March 12, 2019

Cerita sore

*CERITA SORE*
*Neng jero kelas Bu Guru lagi mulang basa Jawa*

Bu Guru :  " murid- murid... kéwan apa sing huruf awalé *J* "

Murid murid meneng kabèh.. 
terus *Syamsul* ngacung :

*Syamsul* : *" JARAN, bu Guru.."*

Bu Guru : *"pinteeeerrr.. kowe  Sul"*

Bu Guru : " jajal saiki kéwan apa sing huruf awale *N*"

MARKETING LANGIT

The Secret of Marketing Langit
⭐💡💡💡⭐

- Ada yang mengetuk langit dengan membayar hutang2 orang tuanya,menunaikan hajat-hajat orang tuanya, lalu minta do'anya rezeki jadi lancar.
- Ada yang mengetuk pintu langit

Sunday, March 10, 2019

Perokok vs Pengumbar Aurat


PU : "Mas! Maaf, ya? Mas punya etika apa enggak? Ini tempat umum, jangan merokok!"

P: "Mbak! Maaf, ya? Anda punya etika apa enggak? Ini tempat umum, jangan berpakaian ketat!"

PU : "Eh, Mas. Asap rokok Mas mengganggu pernapasan orang lain, tau?!"

P :"Eh, Mbak. Pakaian ketat Mbak mengganggu hati orang lain, tau?!"

 PU : "Pakaian ketat itu enggak ngerusak kesehatan, Mas."

P : "Tapi ngerusak keimanan, Mbak."

PU : "Ya, jaga pandanganlah kalau Mas enggak mau rusak iman!"

P : "Ya, Mbak jaga pernapasanlah kalau enggak mau terganggu!"

PU : "Pakaian ketat kek, longgar kek, itu hak saya."

P : "Enggak ngerokok kek, ngerokok, kek, itu hak saya."

PU : "Tapi, Mas. Asap rokok Mas itu menyebar ke mana-mana, semua orang jadi sesak napas. Rusak paru-paru dan jantung mereka."

P : "Tapi, Mbak. Pakaian ketat Mbak, menyebarkan dosa ke mana-mana. Rusak keimanan mereka."

PU ; "Kalau mau ngerokok, jangan di tempat umum, sana cari tempat yang enggak ada orang lain!"

P : "Kalau mau berpakaian ketat, jangan di tempat umum, Mbak. Sana cari tempat yang enggak ada orang lain!"

PU : "Ish! Dibilangin ngeyel. Enggak punya otak! Asap rokok disebar ke mana-mana."

P : "Ish! Pantat, payudara diumbar ke mana-mana. Enggak punya otak!"

PU : "Dasar orang gila!"

P : "Dasar perempuan tak punya malu!"

PU : "Mas, di bungkus rokok itu udah ada tulisannya, kan? Rokok bisa merusak kesehatan."

P : "Mbak, di agama pakaian ketat itu ada dalilnya, kan? Mengumbar aurat itu dosa!"

PU : "Ya, biarin! Dosa-dosa saya sendiri, ngapain jadi nyinyir?"

P : "Ya, biarin, Mbak! Asap-asap rokok saya sendiri, kenapa Mbak jadi protes?"

PU : "Tapi kan, saya jadi terganggu sama asap rokok Mas itu."

P : "Tapi, Mbak. Keimanan saya jadi rusak sama pakaian ketat Mbak itu."

PU : "Jaga pandangan!"

P : "Jaga pernapasan!"

PU : "Eh, Mas. Gimana saya bisa jaga pernapasan kalau asap rokok Mas terus mengepul gitu?"

P : "Eh, Mbak. Gimana saya bisa jaga pandangan dan iman kalau Mbak berpakaian ketat begitu?"

PU : "Dimatiin, kek rokoknya. Ini tempat umum. Kasihan orang lain, terganggu."

P : "Ditutupin, kek bentuk tubuh Mbak. Ini tempat umum. Kasihan orang lain jadi dosa."

PU : "Ngerokok dibanggain! Huh!"

P : "Pamer tubuh dibanggain. Huh!"

PU : "Apa Mas enggak mikir ngerokok di tempat umum kayak gini? Hah?!"

P : "Apa Mbak enggak malu berpakaian ketat di tempat umum kayak gini? Hah?!"

PU : "Orang stress! Penyebar penyakit!"

P : "Orang gila! Penyebar dosa!"




REZEKI

Jangan biarkan pikiran anda dipenuhi dengan keraguan bahwa rezeki saya sempit, rezeki saya selalu mandek, rezeki saya betul-betul terhambat, rezeki saya terhalang, rezeki saya sungguh tidak lancar, rezeki saya sepertinya semakin menjauh.
Jauhkan semua pikiran negatif itu ganti dengan pikiran positif bahwa rezeki saya lancar, rezeki saya banyak, rezeki saya berkah dan bermanfaat. Allah telah menyediakan rezeki yang berlimpah untuk saya, tinggal saya yang harus menjemputnya (bukan mencarinya).
Mencari dan menjemput adalah dua kata yang berbeda. Bandingkan dengan kalimat menjemput istri dan mencari istri. Mencari adalah menemukan sesuatu yang belum kita miliki, atau berusaha menemukan milik kita yang hilang, seperti mencari istri bagi yang bujang atau mencari istri yang pergi dari rumah.
Menjemput hakikatnya adalah mengambil milik kita yang berada di suatu tempat, seperti halnya menjemput istri di rumah mertua atau di kantor. Allah telah menyediakan rezeki bagi kita tinggal kita yang menjemput di mana rezeki itu berada, karena sudah pasti rezeki itu milik kita, tidak pernah hilang dan tidak akan diambil oleh orang lain. Setiap orang sudah punya jatah rezeki masing-masing yang ukuran banyak / tidaknya, berkah / tidaknya tergantung CARA dan USAHA menjemputnya.
Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak.
Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit.
Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar.
Rezeki akan mendatangi,
bahkan akan mengejar,
hanya kepada orang yang pantas didatangi....
Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas di datangi, atau bahkan dikejar rezeki. Inilah hakikat ikhtiar...
Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri.
Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla.
Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima, seluruhnya.
Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,
Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,
Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, keamanan,
Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,
Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,
Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya...
Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam...
Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta,
Rezeki adalah seluruh rahmat Allah Ta'ala.
ADAPUN
8 JENIS REZEKI DARI ALLAH TA'ALA
1.Rezeki Yang Telah Dijamin.
ﻭَﻣَﺎ ﻣِﻦ ﺩَﺍﺑَّﺔٍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺇِﻟَّﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺭِﺯْﻗُﻬَﺎ ﻭَﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣُﺴْﺘَﻘَﺮَّﻫَﺎ ﻭَﻣُﺴْﺘَﻮْﺩَﻋَﻪﺍَ ﻛُﻞٌّ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏٍ ﻣُّﺒِﻴﻦٍ
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya." (Surah Hud : 6).
2. Rezeki Karena Usaha.
ﻭَﺃَﻥ ﻟَّﻴْﺲَ ﻟِﻠْﺈِﻧﺴَﺎﻥِ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﺳَﻌَﻰ
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).
3. Rezeki Karena Bersyukur.
ﻟَﺌِﻦ ﺷَﻜَﺮْﺗُﻢْ ﻟَﺄَﺯِﻳﺪَﻧَّﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺌِﻦ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢْ ﺇِﻥَّ ﻋَﺬَﺍﺑِﻲ ﻟَﺸَﺪِﻳﺪٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).
4. Rezeki Tak Terduga.
ﻭَﻣَﻦ ﻳَﺘَّﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺠْﻌَﻞ ﻟَّﻪُ ﻣَﺨْﺮَﺟًﺎ ‏( ‏) ﻭَﻳَﺮْﺯُﻗْﻪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻟَﺎ ﻳَﺤْﺘَﺴِﺐُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (Surah At-Thalaq : 2-3).
5. Rezeki Karena Istighfar.
ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﺍﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻏَﻔَّﺎﺭًﺍ ‏( ‏) ﻳُﺮْﺳِﻞِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ ﻣِّﺪْﺭَﺍﺭًﺍ
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).
6. Rezeki Karena Menikah.
ﻭَﺃَﻧﻜِﺤُﻮﺍ ﺍﻟْﺄَﻳَﺎﻣَﻰٰ ﻣِﻨﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻛُﻢْ ﻭَﺇِﻣَﺎﺋِﻜُﻢْ ﺇِﻥ ﻳَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻓُﻘَﺮَﺍﺀَ ﻳُﻐْﻨِﻬِﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣِﻦ ﻓَﻀْﻠِﻪِ
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan ke- cukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya." (Surah An-Nur : 32).
7. Rezeki Karena Anak.
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﺘُﻠُﻮﺍ ﺃَﻭْﻟَﺎﺩَﻛُﻢْ ﺧَﺸْﻴَﺔَ ﺇِﻣْﻠَﺎﻕٍ ﻧَّﺤْﻦُ ﻧَﺮْﺯُﻗُﻬُﻢْ ﻭَﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.” (Surah Al-Israa' : 31).
8. Rezeki Karena Sedekah
ﻣَّﻦ ﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻘْﺮِﺽُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻗَﺮْﺿًﺎ ﺣَﺴَﻨًﺎ ﻓَﻴُﻀَﺎﻋِﻔَﻪُ ﻟَﻪُ ﺃَﺿْﻌَﺎﻓًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮَﺓً
“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak dan sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.” (Surah Al-Baqarah : 245).
SEMOGA BERMANFAAT AMIIN..

Sumber WA


Friday, March 8, 2019

Wali di Bulan Rajab - WA

WALI RAJAB

Oleh : Maulana Syaikh Hisyam Kabbani

Di zaman Nabi (saw), hidup seseorang perampok jalanan yang terkenal jahat. Ia biasa turun ke jalan setelah tengah malam. Jika ia menemukan seseorang yang berjalan sendirian, ia akan menangkapnya, merampoknya, kadang-kadang memukuli atau membunuhnya, kemudian ia akan kembali ke rumahnya. Tidak ada yang dapat menangkapnya. Nabi (saw) sering mengutuknya, dengan mengatakan ‘Ia adalah orang yang sangat jahat, aku tidak akan menyalatinya, dan aku tidak akan menguburinya di pemakaman Muslim.
Setelah sekian tahun, perampok jalanan itu pun meninggal dunia. Karena Nabi (saw) biasa mengutuknya, anak-anak menyeretnya di jalan-jalan di Madinah kemudian melemparkannya ke dalam sebuah sumur yang kering. Segera setelah mereka melemparnya ke dalam sumur, Allah berbicara kepada Nabi (saw), “Wahai Nabi-Ku tercinta, pada hari ini salah satu di antara Wali-Ku telah meninggal dunia. Kau harus pergi dan memandikannya, membersihkannya, mengkafaninya, menyalatinya dan menguburkannya.” Nabi (saw) terkejut, karena sepanjang hidupnya beliau telah mengutuk orang itu. Sekarang ketika ia telah meninggal, Allah mengatakan bahwa ia adalah seorang Wali.

Bagaimana mungkin ia menjadi Wali?
Tetapi tidak ada yang dapat menggugat ilmu Allah, bahkan tidak pula Nabi-Nya (saw). Jika Allah ingin menjadikan seorang perampok menjadi wali, tidak ada orang yang dapat bertanya, “Mengapa?” Kita harus menerimanya. Itulah sebabnya menurut ajaran Sufi, termasuk ajaran Tarekat Naqsybandi, kalian harus memandang orang lain lebih baik daripada kalian. Kalian tidak tahu apakah Allah akan mengangkat derajat orang itu lebih tinggi daripada kalian, siapa yang bisa mengetahui? Tidak ada yang tahu. Oleh sebab itu tidak ada orang yang dapat menggugatnya. Jangan memandang rendah orang lain seolah-olah kalian lebih hebat daripada mereka. Kalian tidak tahu apakah dalam pandangan Allah orang itu adalah seorang Wali atau bukan.

Siapa tahu? Oleh sebab itu senantiasa pandanglah orang lain lebih tinggi daripada kalian. Tunjukkan hormat kepada mereka dan bersikaplah tawaduk terhadap mereka. Jangan tunjukkan ego dan kesombongan. Rahmat Allah begitu besar sehingga kalian dilarang untuk melihat pada apa yang orang lakukan di sisi luarnya. Kalian tidak boleh menyebut mereka gila atau mengkritik perilaku buruk mereka. Biarkan mereka. Mereka mempunyai Tuhan yang akan menilai perbuatan mereka. Lihatlah diri kalian sendiri. Jadilah orang dengan perilaku yang baik. Jangan mencampuri urusan orang lain. Bukan tugas kalian untuk meluruskan mereka. Tugas kalian hanyalah memperbaiki diri kalian.

Perbaiki diri kalian dan tinggalkan orang lain pada Tuhannya. Ini adalah pemahaman sejati dan merupakan ajaran Sufisme; tinggalkan orang lain pada Tuhannya dan ubahlah diri kalian sendiri.
Jika kalian mengajari ego kalian untuk tidak mencampuri orang lain, kalian akan mendapati diri kalian hidup dalam kebahagiaan, karena pada saat kalian melihat orang lain, kalian hanya akan melihatnya sebagai hamba dari Tuhan yang sama dengan kalian sehingga Tuhan kadang-kadang akan mengampuni apa yang mereka lakukan. Jangan mengatakan, “Kau melakukan perbuatan yan salah dengan minum, bermain wanita, melakukan ini itu.” Tinggalkan mereka pada Tuhannya. Ajari mereka secara umum. Jangan fokus dan spesifik pada seseoang.

Allah mengatakan kepada Nabi (saw), “Wahai Rasulullah, bawa dia dan bersihkan dia.” Nabi (saw) segera memanggil Abu Bakr ash-Shiddiq (r) dan berkata, “Wahai Abu Bakar (r), kita harus pergi dan menguburkan perampok jalanan yang telah meninggal dunia.” Abu Bakar ash-Shiddiq (r) berkata, “Wahai Rasulullah (saw), kau berkata bahwa kau tidak ingin menguburkannya di pemakaman Muslim!” Nabi (saw) menjawab, “Tidak! Allah memberitahuku bahwa ia adalah seorang Wali!”

Apa yang dilakukan oleh perampok itu selama hidupnya hingga ia menjadi seorang wali? Ia membunuh, merampok, dan mencuri sepanjang hidupnya. Nabi (saw) masuk ke dalam sumur lalu mengangkat jenazah orang itu dengan tangannya sendiri dan dibantu para Sahabatnya. Beliau lalu membawanya ke rumahnya. Beliau membersihkannya, memandikannya dan mengkafaninya.

Beliau juga menyalatinya, kemudian membawanya dari masjid menuju Pemakaman Baqi, perjalanan sejauh lima belas menit berjalan kaki. Namun saat itu perlu dua jam bagi Nabi (saw) untuk membawanya dari masjid menuju pemakaman.

Seluruh Sahabat terheran-heran dengan cara berjalan Nabi (saw). Beliau (saw) telah mengambilkan wudu untuk jenazah dengan tangannya sendiri, memandikan dan menyalatkannya. Sekarang beliau membawanya ke kuburnya dengan jalan berjinjit. Para Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah (saw), mengapa engkau berjalan berjinjit?” Beliau berkata, “Allah memerintahkan seluruh Wali dari Timur dan Barat, seluruh malaikat dari ketujuh Langit dan seluruh makhluk spiritual untuk hadir dan mengikuti perjalanan keranda wali itu. Begitu banyak yang memenuhi jalan sehingga aku tidak bisa menemukan tempat untuk meletakkan kakiku. Sepanjang hidupku, tidak pernah aku seheran ini.”

Setelah mereka menguburinya, Nabi (saw) tidak berbicara dengan siapapun, beliau segera kembali ke rumahnya dengan gemetar dan menggigil. Beliau duduk bersama Abu Bakr ash-Shiddiq (r) bertanya pada dirinya sendiri, apa yang telah dilakukan oleh Wali itu, yang sepanjang hidupnya merupakan seorang perampok, tetapi pada akhir hayatnya mendapat kemuliaan begitu tinggi dari Allah. Abu Bakr ash-Shiddiq (r) berkata, “Wahai Rasulullah (saw), aku malu untuk bertanya mengenai apa yang kusaksikan hari ini. Itu begitu mengherankan.” Nabi (saw) menjawab, “Wahai Abu Bakr ash-Shiddiq (r), aku pun lebih terkejut daripada engkau. Aku menunggu Jibril (as) untuk datang dan mengabariku apa yang terjadi.”

Ketika Jibril (as) datang, Nabi (saw) berkata, “Wahai Jibril apa yang terjadi?” Jibril (as) menjawab, “Wahai Nabi (saw), jangan bertanya kepadaku. Aku juga merasa heran. Namun demikian, jangan heran, karena Allah dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh seseorang. Dia mengatakan agar engkau bertanya pada putri orang itu apa yang dilakukan semasa hidupnya.”

Nabi (saw) segera pergi bersama Abu Bakr ash-Shiddiq (r) ke rumah perampok itu. Sekarang menteri atau sekretaris negara, tidak, bahkan seorang manager dari sebuah perusahaan memperlakukan setiap orang seolah-olah mereka adalah perampok di depan pintunya. Mereka tidak menunjukkan hormat maupun kerendahan hati. Nabi (saw), tidak memandang kekuatan dan statusnya sebagai insan kamil, sebagai Habibullah, beliau dengan tawaduk pergi ke rumah wali itu untuk bertanya kepada putrinya apa yang telah dilakukan oleh ayahnya selama hidupnya.

Beliau (saw) berkata, “Wahai putriku, beritahukanlah kepadaku, bagaimana ayahmu hidup.” Ia berkata, “Wahai Rasulullah (saw), aku sangat malu terhadapmu. Apa yang akan kukatakan kepadamu? Ayahku adalah seorang pembunuh, seorang perampok. Aku tidak pernah melihatnya melakukan sesuatu yang baik. Ia merampok dan mencuri siang dan malam, kecuali selama satu bulan dalam setahun. Ketika bulan itu tiba, ia berkata, “Ini adalah bulan Allah,” karena ia mendengarmu berkata, “Rajab adalah bulan allah, Sya’ban adalan bulannya Nabi (saw) dan Ramadan adalah bulan umat.” Jadi ia berkata, “Aku tidak peduli dengan bulannya Nabi (saw), atau bulannya umat, aku hanya peduli dengan bulan Tuhanku. Oleh sebab itu, aku akan duduk di kamarku, menutupnya dan melakukan khalwat di bulan ini.”
Nabi (saw) bertanya, “Khalwat seperti apa yang dilakukan olehnya?” Ia berkata, “Wahai Rasulullah (saw), pada suatu hari ia pergi ke jalan mencari orang yang akan dirampoknya. Ia menemukan seorang orang tua berumur sekitar tujuh puluh atau delapan puluh tahun. Ia memukulnya hingga tidak sadar dan merampoknya. Ia menemukan sehelai lipatan kertas di dalam kantongnya. Ia membukanya dan menemukan sebuah doa di sana. Ia sangat menyukai doa itu. Setiap tahun ketika bulan Rajab tiba–bulannya Allah, ayahku biasa duduk dan membaca doa itu siang dan malam sambil berurai air mata, ia terus membacanya, kecuali ketika ia mau makan atau mengambil wudu. Setelah bulan Rajab berlalu ia akan bangun dan berkata, “Bulan Allah telah berlalu. Sekarang gilirian kesenanganku,” ia lalu kembali merampok dan mencuri selama sebelas tahun lainnya.”

Doa yang biasa dibaca oleh orang itu adalah doa yang sangat penting dan sangat dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali sehari di bulan Rajab. Mawlana Syekh Nazim berkata bahwa doa ini memurnikan diri kalian dari semua dosa dan menjadikan kelian bagaikan orang yang baru dilahirkan. Ini adalah doa yang sangat terkenal di kalangan Sufi.
Ketika Nabi (saw) meminta anak itu membawakan kertas berisi doa tadi, beliau menciumnya dan menggosokkan kertas itu ke seluruh tubuhnya. Saya menasihati kalian semua agar tidak melupakan doa itu, bacalah selama bulan Rajab. Allah akan memberi kalian apa yang dikehendaki-Nya, sesuai dengan niat kalian.

Allah (swt) mengatakan kepada Nabi (saw), “Wahai Nabi-Ku tercinta, orang itu datang dan bertobat kepada-Ku pada bulan yang paling berharga selama setahun. Untuk itulah, karena ia telah berkorban, paling tidak satu bulan dalam setahun untuk-Ku, Aku telah mengampuni seluruh kesalahannya dan aku telah mengubah seluruh dosanya menjadi hasanah. Karena ia mempunyai begitu banyak dosa, kini ia mempunyai begitu banyak hasanah, dan ia menjadi seorang wali besar.

Do'a Wali Rajab

اللهم اني استغفرك من كل ما تبت عنه اليك ثم عدت فيه، استغفرك من كل ما اردت به وجهك فخالطني فيه ما ليس فيه رضائك. واستغفرك للنعم التي تقويت بها على معصيتك، واستغفرك من الذنوب التي لا يعلمها غيرك ولا يطلع عليها احد سواك ولا تسعها الا رحمتك ولا تنجي منها الا مغفرتك وحلمك لا اله الا أنتَ سبحانك اني كنت من الظالمين

اللهم اني استغفرك من كل ظلم ظلمت به عبادك فايما عبد من عبادك أو امة من امائك ظلمت في بدنه أو عرضه أو ماله فأعطه من خزائنك التي لا تنقص وأسألك ان تكرمني برحمتك التي وسعت كل شيء ولا تهينني بعذابك وتعطيني ما أسألك فاني حقيق برحمتك يا ارحم الراحمين. وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه أجمعين، ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم

Sumber WA

Mukidi

🤔 Alkisah Mukidi di tangkep pak polisi gara2 Kecelakaan Rem blong..

Polisi : “Ya’ opo critané sampèk koén nabrak uwong 20 iku?”

Mukidi : “Aku nyétir mobil kécépatan 90 km/jam. Pas nang pértélon moro2 rèm-é blong. Nèk ngiwo onok wong lanang loro, lha nèk néngén onok pésta kawinan..
Cobak nèk Bapak, pilih nabrak sing éndi?”

Polisi : “Yo mésti ngiwo, korbané luwih thithik.”

Mukidi : “Pérsis..!! Aku yo mikir ngono Pak !”

Polisi : “Trus la’opo wong2 sing nang pésta kawinan sing malah kowé tabrak?!”

Mukidi : “Lhaaa, niku masalahé.., Aku wis milih wong lanang loro sing nang kiwo,….éh dèk-é mlayu nyabrang moro nang pésta kawinan…dadi aku yo mbanting stir néngén, ngubér wong loro mau Pak…!”

Polisi : “Guoobluoookkgg. . . . !!

Mukidi : ”énggih lérés!! pancén wong lanang loro mau guooblooogkk, Pak Polisi…🤦🏻‍♂🙈

Sumber Wa

Tuhan Yang Menentukan Rizqi - WA

Di Tepi Jln Ada bapak jualan cemilan. Aku beli 3 bungkus kripik

KuTanya, "berapa, Pak?"

Sambil Nunduk bapak itu jawab  "ibu ambil apa saja?"

Aku Spontan mengernyitkan dahi, batinku, "koq Bapaknya kenapa tanya, yah?"
"3 kripik, Pak."

"28 ribu, ibu", jawabnya.

KuSodorkan uang Selembar 100 ribu.

"Berapa ibu uangnya?" masih dalam posisi nunduk nanyanya.

Aku mulai  bingung dengan pertanyaannya.
Ku jawab,  "100 ribu, Pak."

Bapak itu lalu Berdiri meraba² kantong celananya sambil ngeluarin beberapa uang.

Astaga… Ternyata bapak itu ada masalah di Matanya dan sepertinya gak bisa lihat.

Ya Tuhan.. knp aku tak Pandai menjaga Hati.
Maafkan jika hati ini belum mampu berbaik sangka sama org

Bapaknya sibuk membongkar uang yang dikeluarkan dari kantong celananya. Nyaris dikeluarkan semua di tangannya.

Lalu dia bilang, "ambil saja ibu kembaliannya."

Seketika aku terkejut mendengar intruksi dari si Bapak.

Lalu secara spontan aku bertanya pada Bapak itu, "Pak, Klo saya kasih uangnya 10 ribu terus saya ambil kembalinya 50 ribu dari tangan Bapak dan Bapak kan ga tau. Terus nanti bapak rugi dong?"

Lagi lagi jawaban yang sederhana muncul dari mulutnya, *"Tuhan.. Ga Akan Salah Alamat Kasih Rejeki*.., ibu Kalo Skg saya harus Rugi, saya yakin Tuhan.. pasti lagi nyiapin Rejeki lain buat saya. Hidup Tak Hanya Sebatas Untung dan Rugi, tapi Hidup Belajar Tentang Sabar dan Ikhlas," katanya.

Ah aku nih memang Sensitif kalau ketemu orang" Hebat seperti ini Rasanya gak bisa Nahan Air dari Pelupuk Mata ini. Ooh Tuhan..Gemetar hati ini mendengarnya.

Bapak itu nanya lagi, "sudah ambil kembaliannya belum ibu ?"(rada bingung & ragu)..akhirnya

Kujawab, "ga usah, Pak! Hari ini Tuhan.. kirim Rejeki untuk Jenengan."

Bapaknya senyum sambil bilang, "Terima kasih, ibu."

Aku terus Sadar..
Ya Tuhan..ampuni aku.., Maafkan aku..dari setiap Kegelisahan dan keraguan Hati ini akan Rezeki dariMu..

Disaat semakin susahnya mencari Uang.., harga Barang yang dibeli semakin Mahal.. si Bapak penjual cemilan ini dgn Keterbatasan Matanya Tetap Bertahan dan Yakin bahwa Tuhan.. selalu ada Bersamanya..

Hari ini Belajar lagi dari Manusia Hebat penjual cemilan bahwa Hidup *Tak Hanya Sebatas Untung dan Rugi*..

Semoga Tuhan Senantiasa Melindungi
Aamiin...🙏🙏🙏

Sumber grup WA

Banner